Profil

Reformasi Birokrasi

Sebagai suatu organisasi yang menangani permasalahan yang sangat kompleks, Kementerian Keuangan memerlukan harmonisasi untuk mencapai sinergi dalam mewujudkan visi dan misinya. Sebuah langkah fenomenal telah diambil oleh pimpinan Kementerian Keuangan dengan melakukan Reformasi Birokrasi. Reformasi Birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan, terutama menyangkut aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (proses bisnis), dan sumber daya manusia (SDM).

Reformasi Birokrasi di Kementerian Keuangan telah dimulai sejak tahun 2006. Hingga tahun 2009, pelaksanaan Reformasi Birokrasi ditangani oleh Tim Reformasi Birokrasi Pusat (TRBP). Selanjutnya, pada tahun 2010, pelaksanaan Reformasi Birokrasi dikoordinasikan oleh Forum Koordinasi Reformasi Birokrasi Kementerian Keuangan (FKRB) yang dibentuk oleh Menteri Keuangan dan Tim Reformasi Birokrasi Unit (TRBU) yang dibentuk oleh pimpinan masing-masing Unit Eselon I.

Tugas FKRB berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 65/ KMK.01/2010 adalah mengkoordinasikan, mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan oleh seluruh unit organsasi di Kementerian Keuangan serta mengkaji dan menyiapkan terbentuknya Badan Transformasi Birokrasi di Kementerian Keuangan. FKRB menjadi penyelaras Program Reformasi Birokrasi yang melebur ke dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) unit terkait.

Reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan terus bergulir. Berawal dari cita-cita untuk menjadi institusi yang lebih melayani, akuntabel, dan transparan, perjalanan Reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan telah memasuki usia setengah dekade. Awal tahun 2012 menjadi momen penting dalam sejarah Reformasi Birokrasi Kementerian Keuangan (RB Kemenkeu), yaitu dengan disahkannya KMK Nomor 185/KMK.01/2012 tentang Roadmap Reformasi Birokrasi Kementerian Keuangan Tahun 2010-2014. Pengesahan keputusan menteri ini merupakan komitmen nyata Kementerian Keuangan untuk terus melaksanakan perbaikan melalui reformasi birokrasi.

Selain itu, pembuatan roadmap reformasi birokrasi merupakan amanah Permenpan Nomor 20 Tahun 2010 tentang Roadmap Reformasi Birokrasi 2010-2014 yang disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) untuk menjadi pedoman pelaksanaan reformasi birokrasi seluruh K/L dan Pemda di Indonesia. Bersama dengan pengesahan roadmap RB Kemenkeu itu pula, tiga pilar utama yang menjadi penyokong reformasi birokrasi Kementerian Keuangan selama 4 tahun sejak pertama kali dicanangkan, berubah menjadi 9 program. Sembilan program tersebut merupakan aplikasi 8 area perubahan yang diamanahkan oleh Kemenpan RB melalui Permenpan Nomor 20 Tahun 2010 tentang Roadmap Reformasi Birokrasi 2010-2014. Sembilan program tersebut terdiri atas:

(1) Manajemen Perubahan,

(2) Penataan Peraturan Perundang-Undangan,

(3) Penataan Penguatan Organisasi,

(4) Penataan Tatalaksana,

(5) Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur,

(6) Penguatan Pengawasan,

(7) Penguatan Akuntabilitas Kinerja,

(8) Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, dan

(9) Monitoring dan Evaluasi.

Peranan Kementerian Keuangan dalam proses reformasi birokrasi nasional tidak hanya tertulis di atas kertas. Sejak dilaksanakannya RB Kemenkeu, kinerja Kementerian Keuangan terus meningkat. Salah satunya terlihat dalam peningkatan penerimaan negara di bidang perpajakan yang saat ini mencapai angka 300% dari penerimaan negara di bidang perpajakan pada awal inisiasi RB Kemenkeu. Berbagai kantor layanan telah dimodernkan dan proses pelayanan telah dilaksanakan jauh lebih cepat dari sebelumnya. Keberhasilan pelaksanaan RB Kemenkeu juga menjadi benchmark bagi K/L, Pemda bahkan perusahaan BUMN. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya permintaan studi banding maupun sharing knowledge tentang pelaksanaan RB Kemenkeu dari pihak-pihak tersebut.

SisipanUkuran
Road Map Reformasi Birokrasi Kemenkeu 2010-2014 6.24 MB
Laporan Tahunan Reformasi Birokrasi 2012 2.37 MB
Laporan Tahunan Reformasi Birokrasi 2011 3.97 MB
Laporan Tahunan Reformasi Birokrasi 2010 8.78 MB
Survey Opini Stakeholders 2013.pdf 6.73 MB

Daftar Kepala Kantor

Chairul Saleh

18 April 2016 s/d Sekarang

 
 

Padmoyo Triwikanto

21 Januari 2013 s/d 15 April 2016

 
         

 

Agus Sudarmadi

21 Juli 2011 s/d 13 Januari 2013

 
 

Ir. Tutung Budi Karya, M.A

1 Agustus 2008 s/d 13 Juli 2011

 
         

R. Fadjar Donny Tjahjadi

26 Juli 2007 s/d 31 Juli 2008

 
 

Sudi Raharjo

20 September 2006 s/d 26 Juli 2007

 
         

Gunawan

6 Desember 2005 s/d 5 September 2006


 
 

Soegito

1 September 2000 s/d 1 Oktober 2002

 
         

FX.Suwito Marsam

1 April 1995 s/d 1 Juni 2000

 
 

Drs. Affifudin K.A

20 Oktober 1993 s/d 27 Maret 1995

 
         
 

Drs. Soepardjo

16 April 1992 s/d 20 Oktober 1993

 

Drs. Djasman Sutedjo

8 Januari 1991 s/d 16 April 1992

         
 

Drs. Sjachrul Effendi Siregar

18 Juli 1987 s/d 08 Januari 1991

 

R. Moch. Solehoddin

26 Oktober 1986 s/d 18 Juli 1987

Tugas Pokok & Fungsi

TUGAS POKOK


Melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai, berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Menteri dan mengamankan kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan lalu lintas barang yang masuk atau keluar Daerah Pabean dan pemungutan Bea Masuk dan Cukai serta pungutan negara lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


FUNGSI


Trade Fasilitator

Memberi fasilitas perdagangan, diantaranya melaksanakan tugas titipan dari instansi lain.

Industrial Assistance

Melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri.

Comunity Protector

Melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya.

Revenue Collector

Memungut bea masuk dan bea keluar serta cukai secara maksimal.

Objek Pengawasan & Pelayanan

Komoditi utama yang menjadi objek pengawasan dan pelayanan di KPPBC TMP A Jakarta adalah

                   1. Barang Kena Cukai (BKC) 

                        a. Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan,

                        b. Hasil Tembakau (HT)

                    2. Komoditas Ekspor dan Impor
                        a. Garment,

                        b. Furniture,

                        c. Alat Musik,

                        d. Alat Kesehatan,

                        e. Sparepart Mesin,

                        f. Sparepart Alat Berat,

                        g. Alat-alat jaringan komunikasi data.

                   3. Barang -barang impor khusus (perorangan) melalui Jasa Titipan.

                   4. Embarkasi dan Debarkasi Haji asal Indonesia yang melalui Bandara Halim Perdanakusuma

 

 

Sub Kategori