Menteri keuangan Ibu Sri Mulyani bersama, Dirjen Bea Cukai Bapak, Heru Pambudi serta Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Bapak Oentarto Wibowo datang langsung ke posko bantuan informasi yang terletak di Kantor Bea Cukai Halim untuk mendampingi para keluarga penumpang pesawat Lion Air JT610.

Selengkapnya...

Pemerintah melalui Bea Cukai telah memberlakukan penetapan tarif cukai untuk vape sebesar 57%. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 146/PMK.04/2017, cukai terhadap vape mulai diberlakukan tanggal 1 Juli 2018. Namun dalam pelaksanannya, Bea Cukai memberikan relaksasi hingga 1 Oktober 2018 kepada para pengusaha vape.

Mensosialisasikan hal tersebut, Bea Cukai Jakarta bersinergi dengan Direktorat Teknis dan fasilitas cukai dan APVI (Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia) membuka stand “Bea dan Cukai” pada acara Vape Fair 2018 yang berlokasi di JIEXPO Kemayoran, 8-9 September 2018.

Selengkapnya...

Jakarta, 11/12Manufacturing and MachineTools Indonesia Series 2017, penutup event pameran internasional tahun ini yang diselenggarakan di JI-Expo - Kemayoran.

Selengkapnya...

Pada hari Minggu, 18 Desember 2016 di Bundaran Hotel Indonesia Sudirman, Kanwil Jakarta mengadakan acara Car Free Day dalam rangka memperingati hari Anti Korupsi.

Selengkapnya...

Bea Cukai Jakarta menyelenggarakan Sosialisasi Tentang Tata Cara Pemberian Dan Pencabutan Keputusan Pembebasan Cukai Etil Alkohol Dan Minuman Mengandung Etil Alkhohol pada Kamis, (14/2/2019).

Pembebasan Cukai adalah fasilitas yang diberikan kepada Pengusaha Pabrik, Pengusaha Tempat Penyimpanan, atau Importir untuk tidak membayar cukai yang terutang.

Tujuan pemberian fasilitas pembebasan cukai adalah untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri, khususnya industri yang menggunakan BKC (Barang Kena Cukai) sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan barang hasil akhir yang bukan merupakan BKC, baik untuk tujuan ekspor maupun untuk pemasaran dalam negeri.

Beberapa kondisi dan peruntukan BKC yang diberikan fasilitas pembebasan cukai, yaitu

  1. Bahan bahan baku/penolong dalam pembuatan barang hasil akhir non BKC,
  2. Keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan
  3. Keperluan perwakilan negara asing dan para pejabatnya yang bertugas di Indonesia
  4. Keperluan tenaga ahli bangsa asing yang bertugas pada badan atau organisasi internasional di Indonesia,
  5. Dibawa oleh penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas atau kiriman dari luar negeri
  6. Dipergunakan untuk tujuan sosial
  7. Dimasukkan ke dalam tempat penimbunan berikat
  8. Etil Alkohol yang dirusak sehingga tidak baik untuk diminum (spiritus bakar),
  9. MMEA dan hasil tembakau, yang dikonsumsi oleh penumpang dan awak sarana pengangkut yang berangkat langsung ke luar daerah pabean. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan perusahaan baik pemasok Etil Alkohol maupun pengusahan Barang Hasil Akhir dapat lebih bertanggung jawab terhadap  kewajiban pelaporan serta ketentuan-ketentuan fasilitas pembebasan cukai.

 

 

Jakarta – Kantor Bea Cukai Jakarta mengadakan Apel Luar Biasa dalam rangka memperingati Hari Pabean Internasional (HPI) yang ke-67 yang dipimpin langsung oleh Chairul Saleh selaku Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta pada Jumat, (1/02/2019).

“Sejalan dengan tema HPI tahun ini, “SMART Borders for seamless Trade, Travel and Transport”, maka seluruh administrasi kepabeanan di dunia termasuk DJBC, di lintas batas harus menjadi pusat penghubung dan pusat koordinasi, untuk memperkuat seluruh upaya pemerintah dalam fasilitasi perdagangan, serta bagaimana mengurangi ancaman yang melekat pada arus barang, orang, dan alat transportasi lintas batas,” papar Chairul Saleh mengutip pidato Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi dalam peringatan HPI 26 Januari 2019 lalu.

Chairul melanjutkan, kata “SMART”, tidak hanya memberi pesan DJBC harus “pandai”, namun SMART juga sebagai akronim prinsip-prinsip bagi para pemangku tugas di lintas batas, termasuk DJBC, untuk melaksanakan tugas fungsinya dengan prinsip Secure, Measureable, Automated, Risk-management based dan Technology driven.

“Arah DJBC kedepan pun sudah sangat jelas, untuk bagaimana mewujudkan semua rencana program kerja kita di 2019 dan selanjutnya, adalah dengan menjadi SMART Customs”, demikian tegasnya.

Selain hal itu, Chairul dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan dari Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menghadapi tantangan ke depan. Di bidang integritas dan kelembagaan, ia menyampaikan DJBC harus terus melakukan penguatan profiling internal, pemetaan titik rawan integritas, pembinaan mental, validasi dan penataan organisasi, reformasi berkelanjutan, joint program, dan tentunya didukung peningkatan kualitas SDM terutama di bidang-bidang strategis.

“Di bidang pengawasan, DJBC harus terus mengoptimalisasi sarana prasarana operasi dan pengawasan antar pulau, khususnya saat berhadapan dengan isu keamanan global seperti illegal trade, narkotik dan transnational organized crimes,” papar Chairul.

Ia melanjutkan Di bidang pelayanan dan fasilitasi, DJBC harus terus memperkuat efisiensi dan efektivitas layanan,  joint endorsement FTZ, KITE IKM, dengan cara pengembangan aplikasi cerdas dan terintegrasi, khususnya menghadapi isu perdagangan global seperti e-commerce.

“Dan di bidang penerimaan, dengan peningkatan target penerimaan dari sektor kepabeanan dan Cukai menjadi 208,9T, maka DJBC harus menguatkan strategi bagaimana mencapai kinerja penerimaan optimal yang berkelanjutan, melakukan penguatan joint program dan analisis dampak, serta ekstensifikasi objek-objek penerimaan,” pungkas Chairul.

Jakarta - Sebagai bentuk komitmen dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pegawai, Kantor Bea Cukai Jakarta menyelenggarakan penandatanganan kontrak kinerja dan sasaran kinerja pegawai untuk tahun 2019, Kamis (31/1).epala Kantor Bea Cukai Jakarta, Chairul Saleh menyampaikan kontrak kinerja memudahkan dalam pelaksanaan tugas pegawai serta implementasinya dapat terukur dengan baik dan dapat menjadi bahan evaluasi strategis. “Kontrak kinerja menjadi dasar penilaian kinerja pegawai di akhir tahun,” tegas Chairul.

Demi terwujudnya pencapaian kinerja yang baik, menurut Chairul, setiap pegawai bertanggung jawab dengan kontrak kinerja masing-masing. “Masing-masing pegawai harus aware dengan kontrak kinerjanya, sebab itu menjadi tanggung jawab bersama dengan atasan langsung,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Wahid Ali Graha menyatakan melalui kontrak kinerja diharapkan setiap pegawai dapat memahami tugas dan fungsinya. “Pelajari dulu kontrak kinerjanya, pelajari dulu manual IKU-nya, agar nanti diakhir tahun saat evaluasi mendapatkan penilaian yang diharapkan,” ujar Wahid.

Kontrak kinerja, menurut Wahid, memudahkan pelaksaan tugas dan menjadi dasar penilaian atas pelaksanaan tugas pegawai. “Bagus atau tidaknya penilaian kinerja pegawai ya dilihat dari kontrak kinerja yang sesuai dan tepat sasaran,” tandasnya.

 

 

Jakarta (30/1/2019) – Menyambut peringatan Hari Pabean Internasional ke-67 tahun 2019, Bea Cukai Jakarta menggelar acara bertajuk “BC Jakarta Awards”. Dihadiri oleh seluruh pengguna jasa dan satuan kerja di bawah Kantor Wilayah DJBC Jakarta, acara ini berlangsung menarik dan meriah.

Kepala Wilayah DJBC Jakarta, Decy Arifinsjah menyampaikan pada peringatan Hari Pabean Internasional 2019 mengusung tema SMART borders for seamless trade, Travel, and Transport dengan prinsip SMART yaitu Secure, Measurable, Automated, Risk Management Based, serta Technology driven.

“Tema peringatan Hari Pabean International pada tahun ini, secara singkat dapat diartikan sebagai percepatan dalam melakukan pengawasan dan pemberian pelayanan,” ujar Decy.

Decy optimis bahwa pelayanan bea cukai sudah semakin baik, lebih cepat dan ringkas. “Semakin cepat dan mudah pelayanan, diharapkan dapat meningkatkan sektor bisnis dan usaha, khususnya di sektor kepabeanan dan cukai,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih kepada pengguna jasa, kantor Bea Cukai Jakarta menggelar ajang penghargaan “BC Jakarta Awards dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pabean Internasional yang ke-67.

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Chairul Saleh menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholders, khususnya pengguna jasa yang berada di bawah pengawasan dan pemberian fasilitas Kantor Bea Cukai Jakarta atas kontribusi dan kerja sama yang luar biasa selama 2018 lalu.

“Berkat kontribusi dari bapak dan ibu (pengguna jasa), kantor kami dapat mencapai target penerimaan pada tahun lalu, bahkan lebih hingga 124,54% dari target yang telah ditetapkan,” ungkap Chairul.

Ke depan, Chairul berharap sinergi yang baik ini terus dipertahankan dan pelayanan Bea Cukai jakarta terus ditingkatkan. “Kalau ada masukan, saran dan kritik langsung sampaikan kepada saya, kepada kantor Bea Cukai Jakarta, pelayanan apa yang perlu kami tingkatkan, pelayanan apa yang mungkin masih dirasakan kurang oleh bapak dan ibu,” ujarnya.

Kali kedua penyelenggaraan BC Jakarta Awards, terdapat 8 (delapan) kategori penghargaan yang diberikan kepada pengguna jasa diantaranya yaitu kategori kontribusi pembayar bea masuk terbesar, kategori pembayar cukai terbesar, kategori KB/GB/PLB terpatuh, kategori importir terpatuh, kategori pengusaha Cukai HPTL terpatuh, kategori pengusaha cukai MMEA terpatuh, kategori PPJK terpatuh, dan kategori TBB terpatuh.

Pada kesempatan ini, National Manager Fairs and Events PT Agility International, Rini Budi Astuti menyatakan senang dengan digelarnya ajang penghargaan seperti BC Jakarta Awards. Menurutnya, acara ini menjadi salah satu bentuk dukungan dan perhatian yang diberikan Bea Cukai Jakarta  kepada pengguna jasa. “Pelayanan dan dukungan Kantor Bea Cukai Jakarta sudah baik, saya berharap dapat terus mempertahankan dan meningkatkan pelayanan,” ungkap Rini.

Berikut daftar lengkap pemenang dan nominasi BC Jakarta Awards:

  1. Kategori Pembayar Bea Masuk Terbesar
  • Pemenang                 : PT Trakindo Utama
  • Nominasi : PT Trakindo Utama, PT Komatsu Marketing & Support, PT Dimension                              Data Indonesia
  1. Kategori Pembayar Cukai Terbesar
  • Pemenang : PT Pantja Artha Niaga
  • Nominasi : PT Pantja Artha Niaga , PT Mitra Indo Maju, PT Indonesia Vapor

  Group

  1. Kategori Perusahaan KB/GB/PLB Terpatuh
  • Pemenang : PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia
  • Nominasi : PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia, PT Akzo Nobel,

  PT Bimaruna Jaya

  1. Kategori Perusahaan TBB Terpatuh
  • Pemenang : PT Citra Indoguna Semesta
  • Nominasi : PT Citra Indoguna Semesta, PT SJ Indonesia, PT Duty Free Tama
  1. Kategori Perusahaan Importir Terpatuh
  • Pemenang : PT Surgika Alkesindo
  • Nominasi : PT Surgika Alkesindo, M. Tech Product, PT Packet System Indonesia
  1. Kategori Perusahaan PPJK Terpatuh
  • Pemenang : PT Agility International
  • Nominasi : PT Agility International, PT Cipta Krida Bahari, PT Nippon Express

  Indonesia

  1. Kategori Perusahaan Cukai MMEA Terpatuh
  • Pemenang : PT Grand Indonesia
  • Nominasi : PT Grand Indonesia, PT Pantja Artha Niaga, PT Mitra Indo Maju
  1. Kategori Perusahaan Cukai HPTL Terpatuh
  • Pemenang : Indonesia Vapor Group
  • Nominasi : Indonesia Vapor Group, Distributor Vape Indo, PT Movi Ventura

Hari/Tanggal : Rabu, 08 Maret 2017
Waktu : 09:30 s.d Selesai
Tempat : Aula KPPBC TMP A Jakarta
Acara : Sosialisasi Ketentuan Cukai dan Pengenalan Pita Cukai Tahun 2017

Mohon untuk mengonfirmasikan kehadiran perwakilan perusahaan melalui:

  • Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. / Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau
  • Telepon: (021) 8092548 / 0812 8259 0665

Materi Sosialisasi dapat anda dapatkan pada menu Data & Publikasi - > MATERI SOSIALISASI -> Sosialisasi Pita Cukai 2017

7 (tujuh) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) FTA dan 1 (satu) PMK USDFS dengan HS sesuai BTKI 2017 sudah diterbitkan dengan nomor PMK 24 s.d 31 Tahun 2017. Softcopy Peraturan Tersebut dapat di download melalui Menu PERATURAN pada website ini atau melalui website http://www.sjdih.depkeu.go.id/ind/ 

Untuk Update Modul dan info lebih lanjut terkait BTKI silahkan mengunjungi website DJBC termasuk FAQ yang bisa dilihat di http://www.beacukai.go.id/faq/faq-terkait-buku-tarif-kepabeanan-indonesia-btki-.html 

Pemberlakuan KEP-351/BC/2017 tanggal 24 Februari 2017 tentang Penerapan Secara Penuh (Mandatory) Penyampaian Dokumen Pemberitahuan Pabean Melalui Sistem Aplikasi Sentralisasi TPB (CEISA TPB) di KPPBC TMP A Jakarta Terhitung Mulai Tanggal (TMT): Per 1 April 2017

Softcopy dokumen tersebut dapat anda unduh pada menu utama -> PERATURAN

Materi Sosialiasi baik yang akan atau telah dilaksanakan di KPPBC TMP A Jakarta dapat anda download dengan cara mengakses menu utama -> Data dan Publikasi -> Materi Sosialisasi

Khusus untuk Materi sosialisasi BTKI Tahun 2017 dapat di akses disini.

Kemajuan teknologi informasi merupakan keniscayaan zaman dari masa ke masa. Hampir seluruh perusahaan maupun instansi pemerintah berlomba-lomba memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Salah satunya adalah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Instansi pemerintah yang berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tuntutan pelayanan agar lebih efektif dan efisien, optimalisasi pemanfaatan infrastruktur DJBC, penghematan APBN juga melatarbelakangi DJBC untuk menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Internet. PDE Internet merupakan media penyampaian terbaru yang dapat digunakan oleh para stakeholders (pengusaha importir /  eksportir) untuk mengajukan Pemberitahuan Pebean berupa Pemberitahuan Impor Barang (PIB) maupun Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC).

Selengkapnya...

Di situs mesin pencari Google, saya coba mengetik kata “bea cukai” pada kolom pencarian. Setelah saya mengetik kata tersebut, Google secara otomatis menyarankan beberapa kata kunci yang sering digunakan orang-orang dalam mesin pencari, di antaranya “bea cukai tanjung priok”, “bea cukai kurs”, “bea cukai karir”, dan sebagainya seperti di bawah ini:

Selengkapnya...

Pemerintah  telah menerbitkan tiga peraturan yang mendukung implementasi pengenaan cukai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) seperti Vape-Rokok Elektrik. Tiga aturan ini adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.66/PMK.04/2018 tentang Tata Vara Pemberian Pembekuan dan Pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC), PMK No.67/PMK.04/2018 tentang Perdagangan Barang Kena Cukai yang Pelunasan Cukainya dengan Cara Pelekatan Pita Cukai atau Pembubuhan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya, serta PMK No.68/PMK.04/2018 tentang Pelunasan Cukai.

Selengkapnya...

Perkembangan Industri rokok di Indonesia telah berlangsung dengan sedemikian pesatnya dalam rentang waktu yang lama. Sebagian besar kegiatan industri rokok terpusat di Pulau Jawa. Hal ini tak bisa dipungkiri karena sejarah rokok, utamanya rokok kretek, dimulai di Kota Kudus Jawa Tengah pada sekitar tahun 1870-an.

Selengkapnya...