Berita

Tingkatkan Kepatuhan Pengusaha Barang Kena Cukai, Bea Cukai Jakarta Gelar Sharing Session

Jakarta – Sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pengguna jasa terhadap peraturan perundangan yang berlaku, Bea Cukai Jakarta menggelar sharing session dengan pengguna jasa, khususnya importir dan pabrik barang kena cukai (BKC), Senin (15/4/2019). Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Chairul Saleh menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap pengguna jasa yang hadir dalam pertemuan ini. “Tujuan dari kegiatan ini sebagai sarana untuk saling bertukar pikiran, menyampaikan saran dan pendapat kepada kami Kantor Bea Cukai Jakarta supaya ke depan dapat meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa,” ungkapnya.

Pada sharing session kali ini, materi yang disampaikan adalah perihal Kewajiban Pembukuan & Pencatatan, Pelekatan Pita Cukai Seri III, Tata Cara Pengisian Dokumen Impor (BC.2.8). Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai, Rinto Setiawan menyampaikan pembukuan wajib dilakukan dan disediakan oleh pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir BKC, dan penyalur BKC. Sedangkan, pencatatan wajib dilakukan oleh pengusaha pabrik skala kecil, penyalur BKC skala kecil dan pengusaha TPE.

“Pengusaha BKC yang diwajibkan melakukan pencatatan harus menyampaikan rekapitulasi hasil Pencatatan atau Pembukuan setiap 3 (tiga) bulan pada laporan sediaan barang kena cukai hasil tembakau/ etil alkohol/ minuman yang mengandung etil alkohol dengan dokumen LACK-11,” ujar Rinto.

Selain itu, Rinto juga menjelaskan perihal dokumen BC 2.8 yaitu tatalaksana pengeluaran barang impor dari PLB untuk dipakai. “Lebih lanjut pengguna jasa dapat melihat PER-63/BC/2016,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi P2, Anwar Isharyanto menyampaikan update terkait pita cukai seri III. “Pelekatan pada karton dan sejenisnya diperbolehkan dengan ketentuan kemasan karton hanya dapat dibuka dari satu sisi saja, agar kemasan dibuka pita cukai menjadi rusak,” ujar Anwar.

Ia melanjutkan, desain pita cukai diperbarui sesuai kebutuhan antara lain warna, tahun anggaran ataupun besaran tarif pengenaan cukai sesuai kebijakan pemerintah, serta peningkatan fitur pengamanan yang dikhususkan untuk menangkal pemalsuan dan penyalahgunaan pita cukai.  “Cukai dianggap tidak dilunasi apabila pelekatan cukai pada BKC tidak sesuai ketentuan,” pungkas Anwar.