Berita

CVC Bea Cukai Jakarta, Jalin Kerja Sama yang Baik dengan Pengguna Jasa

Jakarta - Tidak hanya sekadar memungut penerimaan cukai dari perusahaan yang menjual minuman mengandung etil alkohol (MMEA), Bea Cukai Jakarta juga memberikan pendampingan kepada perusahaan yang menjual MMEA. Salah satu program yang menjadi wadah bagi Bea Cukai memberikan pendampingan kepada pengguna jasa adalah program Customs Visit Customer (CVC), yaitu Kantor Bea Cukai melakukan kunjungan ke perusahaan atau pengguna jasa.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan penyuluhan terkait peraturan-peraturan kepabeanan dan cukai serta kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh para pengguna jasa. Bukan tanpa sebab, hal ini dilakukan karena masih sering terjadinya pelanggaran yang dilakukan pengguna jasa karena ketidaktahuan akan peraturan yang berlaku.

Hingga April 2019, Bea Cukai Jakarta telah mengunjungi empat outlet perusahaan yang menjual minuman mengandung etil alkohol di antaranya yaitu Kila-kila, Mpoint, The Standford Arms, dan Lobbyn Sky Terrace. Keempat outlet tersebut berada di kawasan Jakarta Selatan yang merupakan wilayah pengawasan Bea Cukai Jakarta.

Dalam kegiatan CVC, pegawai Bea Cukai menjelaskan kepada pihak perusahaan terkait keaslian pita cukai. Bagaimana mengidentifikasi pita cukai tersebut asli atau palsu. Secara ringkas, Perbedaan desain pita cukai tahun 2019 dengan pita cukai tahun sebelumnya pada saat disinari lampu ultra violet (UV) yaitu lambang garuda pancasila, kupu-kupu dan tahun anggaran akan berpendar, terlihat serat- serat berpendar berwarna biru dan kuning yang tersebar di permukaan kertas pita cukai serta pada bagian hologram akan tampak gambar segi lima berwarna hijau.

Selain itu, saat CVC juga disampaikan mengenai perubahan kebijakan yaitu PMK 94/ PMK.04/2018 tentang kewajiban melakukan pencatatan bagi pengusaha pabrik skala kecil, penyalur skala kecil yang wajib memiliki izin dan pengusaha tempat penjualan eceran yang wajib memiliki izin. Perubahan kebijakan terkait pencatatan ini memiliki tujuan untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa dalam melakukan pencatatan serta menyampaikan laporan yang dilakukan per triwulan ke Kantor Bea Cukai yang mengawasi.

Pada kesempatan yang sama disampaikan terkait pencegahan korupsi khususnya pengendalian gratifikasi. Hal ini dilakukan sebagai wujud tercapainya pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi langkah preventif terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jasa dan lebih taat terhadap peraturan yang berlaku.