Berita

Optimalkan Pengawasan dan Pelayanan, Bea Cukai Jakarta Adakan Sosialisasi Desain Pita Cukai Tahun 2019 serta Kewajiban Pencatatan

Jakarta, Dalam rangka memaksimalkan pengawasan dan pelayanan, Bea Cukai Jakarta adakan Sosialisasi Desain Pita Cukai 2019 dan PMK-94/PMK.04/2018 mengenai kewajiban pencatatan pada 27-28 Februari 2019 dan 5-6 Maret 2019 yang dihadiri oleh pengusaha-pengusaha  tempat penjual eceran, pabrik serta penyalur di wilayah lingkungan kerja KPPBC TMP A Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Chairul Saleh mengungkapkan bahwa “ Tidak hanya tegas  mengawasi, namun Bea Cukai juga tanggap melayani masyarakat serta para stakeholders. Pemerintah melalui Bea Cukai mengeluarkan PER-20/BC/2018 tentang Bentuk Fisik dan/ atau Spesifikasi Desain Pita Cukai Hasil Tembakau dan Pita Cukai Minuman yang Mengandung Etil Alkohol Tahun 2019 , desain pita cukai yang berbeda setiap tahunnya bertujuan sebagai unsur pengamanan dalam mengurangi potensi pemalsuan.

Pita Cukai merupakan dokumen sekuriti negara, selain sebagai bukti pelunasan pita cukai juga berfungsi sebagai alat pengawasan untuk memastikan barang kena cukai yang beredar merupakan BKC legal.  Perbedaan desain pita cukai tahun 2019 dengan pita cukai tahun sebelumnya pada saat disinari lampu ultra violet (UV) yaitu lambang garuda pancasila, kupu-kupu dan tahun anggaran akan berpendar, terlihat serat- serat berpendar berwarna biru dan kuning yang tersebar di permukaan kertas pita cukai serta pada bagian hologram akan tampak image motif segi lima berwarna hijau.

Dalam Sosialisasi kali ini juga disampaikan mengenai perubahan kebijakan yaitu PMK 94/ PMK.04/2018 tentang kewajiban melakukan pencatatan bagi pengusaha pabrik skala kecil, penyalur skala kecil yang wajib memiliki izin dan pengusaha tempat penjualan eceran yang wajib memiliki izin. Perubahan kebijakan terkait pencatatan ini memiliki tujuan untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa dalam melakukan pencatatan serta menyampaikan laporan yang dilakukan per triwulan ke Kantor Bea Cukai yang mengawasi.

Kepala Seksi Kepatuhan Barang Kena Cukai, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Sandri Qurnain  menyatakan bahwa kewajiban pencatatan dan pelaporan dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan reksan cukai atas peraturan-peraturan yang berlaku  serta meningkatkan efektivitas  dan efisiensi fungsi pengawasan DJBC.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengusaha-pengusaha barang kena cukai  dapat lebih bertanggung jawab terhadap  kewajiban pelaporan serta selalu memastikan bahwa produk yang diterima adalah legal dengan mengidentifikasi keaslian pita cukai dari BKC yg diterima terlebih dahulu.