Berita

Bea Cukai Jakarta Gelar Apel Luar Biasa Peringati Hari Pabean Internasional 2019

Jakarta – Kantor Bea Cukai Jakarta mengadakan Apel Luar Biasa dalam rangka memperingati Hari Pabean Internasional (HPI) yang ke-67 yang dipimpin langsung oleh Chairul Saleh selaku Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta pada Jumat, (1/02/2019).

“Sejalan dengan tema HPI tahun ini, “SMART Borders for seamless Trade, Travel and Transport”, maka seluruh administrasi kepabeanan di dunia termasuk DJBC, di lintas batas harus menjadi pusat penghubung dan pusat koordinasi, untuk memperkuat seluruh upaya pemerintah dalam fasilitasi perdagangan, serta bagaimana mengurangi ancaman yang melekat pada arus barang, orang, dan alat transportasi lintas batas,” papar Chairul Saleh mengutip pidato Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi dalam peringatan HPI 26 Januari 2019 lalu.

Chairul melanjutkan, kata “SMART”, tidak hanya memberi pesan DJBC harus “pandai”, namun SMART juga sebagai akronim prinsip-prinsip bagi para pemangku tugas di lintas batas, termasuk DJBC, untuk melaksanakan tugas fungsinya dengan prinsip Secure, Measureable, Automated, Risk-management based dan Technology driven.

“Arah DJBC kedepan pun sudah sangat jelas, untuk bagaimana mewujudkan semua rencana program kerja kita di 2019 dan selanjutnya, adalah dengan menjadi SMART Customs”, demikian tegasnya.

Selain hal itu, Chairul dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan dari Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menghadapi tantangan ke depan. Di bidang integritas dan kelembagaan, ia menyampaikan DJBC harus terus melakukan penguatan profiling internal, pemetaan titik rawan integritas, pembinaan mental, validasi dan penataan organisasi, reformasi berkelanjutan, joint program, dan tentunya didukung peningkatan kualitas SDM terutama di bidang-bidang strategis.

“Di bidang pengawasan, DJBC harus terus mengoptimalisasi sarana prasarana operasi dan pengawasan antar pulau, khususnya saat berhadapan dengan isu keamanan global seperti illegal trade, narkotik dan transnational organized crimes,” papar Chairul.

Ia melanjutkan Di bidang pelayanan dan fasilitasi, DJBC harus terus memperkuat efisiensi dan efektivitas layanan,  joint endorsement FTZ, KITE IKM, dengan cara pengembangan aplikasi cerdas dan terintegrasi, khususnya menghadapi isu perdagangan global seperti e-commerce.

“Dan di bidang penerimaan, dengan peningkatan target penerimaan dari sektor kepabeanan dan Cukai menjadi 208,9T, maka DJBC harus menguatkan strategi bagaimana mencapai kinerja penerimaan optimal yang berkelanjutan, melakukan penguatan joint program dan analisis dampak, serta ekstensifikasi objek-objek penerimaan,” pungkas Chairul.