Berita

Sering Kalah Saing di Pasar Internasional, PT Korosi Specindo Ajukan Asistensi Fasilitas Kepabeanan

Jakarta, 18/09/2018. PT. Korosi Specindo ajukan asistensi fasilitas kepabeanan  kepada Bea Cukai Jakarta karena sering mengalami kalah saing di pasar international.

Korosi Specindo merupakan perusahaan yang memproduksi peralatan pemantauan korosi dan pelayanan kepada minyak dan gas industri di kawasan Asia Pasifik. Material- Material yang dibutuhkan dalam proses produksinya diimpor dari negara lain. Namun, produk yang dihasilkan sering mengalami kalah saing dalam hal harga dan pendistribusian barang.

Bapak Sjaiful Ganif, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan informasi dalam kunjungannya ke PT. Korosi menyampaikan “Fasilitas Kepabeanan yang bisa dimanfaatkan oleh PT. Korosi Specindo adalah Kawasan Berikat atau KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor). Namun, karena pabrik PT. Korosi Specindo kurang lebih hanya 2.000 m2 belum bisa memenuhi persyaratan Kawasan Berikat sehingga fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh PT. Korosi Specindo adalah fasilitas KITE.”

 Tim Bea Cukai Jakarta juga memberikan pengenalan terhadap fasilitas-fasilitas kepabeanan, menyarankan fasilitas yang bisa didapatkan sesuai dengan kebutuhan dan kriteria perusahaan, serta menjelaskan prosedur perizinan fasilitas KITE. 

“Fasilitas KITE dibagi menjadi 3 yaitu fasilitas KITE pembebasan,  KITE pengembalian dan KITE IKM (Industri Kecil Menengah). PT. Korosi Specindo dapat memilih KITE Pembebasan dimana terdapat pembebasan bea masuk dan PPN impor tidak dipungut dengan menaruh jaminan atas bahan baku yang diimpor yang hasil produksinya akan diekspor, ataupun dapat memilih KITE pengembalian dimana bea masuk atas bahan baku yang diimpor yang telah dibayar dapat dimintakan pengembalian. PT. Korosi Specindo termasuk industri skala besar sehingga tidak bisa memilih fasilitas KITE IKM.”, ujar Pak Syahirul Alim, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI.

Diharapkan dengan adanya fasilitas-fasilitas kepabeanan dapat meningkatkan  daya saing produk Indonesia di perdagangan Internasional.