Berita

Bea Cukai Jakarta Bersama KPK Gelar Program Bintal Bertajuk “Penguatan Budaya Antikorupsi"

Jakarta – Laksanakan program pembinaan mental (bintal) integritas bagi pegawai, Bea Cukai Jakarta menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara bertajuk “Penguatan Budaya Antikorupsi”, Kamis (9/9).
 
Direktur Kepatuhan Internal, Agus Hermawan mengapresiasi Bea Cukai Jakarta atas terselenggaranya acara ini yang sejalan dengan reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
 
“Reformasi telah berjalan dengan baik di Bea Cukai, serta penguatan integritas terus dilakukan secara berkesinambungan,” ungkapnya.
 
Ia berharap acara ini bukan hanya seremonial tetapi benar-benar diimpelementasikan.
 
“Pimpinan dan para pegawai saling menjaga dan mengingkatkan untuk terus menjaga kejujuran dan sikap dasar pegawai bea cukai dalam pelaksaan tugas,” tegas Agus.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Niken Ariati mengatakan Kementerian Keuangan telah bekerja bersama dengan KPK sejak 2007, dan Bea Cukai salah satu unit organisasi yang menjadi pilot project reformasi birokrasi yang menyeluruh.
 
“KPK bukan satu-satunya yang berwenang menangani korupsi, bersama kepolisian dan kejaksaan, namun memberantas korupsi adalah tanggung jawab semua warga Indonesia,” ujar Niken.
Niken mengatakan program bintal sebagai pendorong dan pengingat individu di dalam organisasi tetap berintegritas. Namun tak hanya itu, sistem yang “terang” menjadi kunci dalam pencegahan korupsi.
 
“Sistem yang terbuka dan transparan dapat mempersempit ruang individu melakukan fraud atau tindakan korupsi,” tuturnya.
 
Niken menegaskan dengan organisasi yang berintegritas dan sistem yang terbuka, pencegahan korupsi yang utama adalah dari dalam diri individu.
 
“Yang dilakukan individu dalam pencegahan korupsi di antaranya yaitu menghindari rangkap jabatan, menolak gratifikasi, memberikan contoh keteladanan, menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.