Berita

Bea Cukai Jakarta Adakan Sosialisasi Desain Pita Cukai 2021 dan Laporan LACK-11

Jakarta – Bea Cukai Jakarta menggelar sosialiasi desain pita cukai tahun 2021 dan pelaporan LACK-11 atau laporan sediaan barang kena cukai (BKC), Senin (12/4).

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko mengatakan desain pita cukai mengalami perubahan setiap tahunnya.

“Perubahan desain pita cukai salah satunya guna meningkatkan keamanan pita cukai agar sulit untuk dipalsukan dan mencegah peredaraan barang kena cukai ilegal,” ungkap Untung.

Untung menegaskan sosialisasi ini sangat penting agar pengguna jasa dapat mengidentifikasi keaslian pita cukai.

“Menghindari pita cukai palsu atau tidak seharusnya,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Bobby Patigor memaparkan bentuk fisik, spesifikasi, dan desain pita cukai tahun 2021 dan praktik identifikasi keaslian pita cukai.

“Desain pita cukai tahun 2021 bertema biota laut, tema tersebut dipilih karena negara Indonesia merupakan negara maritime,” tutur Bobby.

Ia melanjutkan, dengan warna dasar kertas yang kebiruan, pita cukai tahun 2021 juga dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan yang mirip dengan fitur-fitur keamanan pada uang kertas, seperti hologram, serat microfiber, dan cetakan yang tajam.

Dalam menentukan keaslian pita cukai tersebut dapat menggunakan tiga cara yaitu secara kasat mata, dengan menggunakan kaca pembesar, dan juga menggunakan sinar UV untuk memunculkan fitur tersembunyi yang terdapat pada pita cukai.

Usai pemaparan terkait pita cukai, sosialiasi dilanjutkan dengan materi pelaporan LACK-11.

Pelaksana Pemeriksa Seksi Kepabeanan dan Cukai, Paypu Seno Aji menyampaikan LACK-11 adalah Laporan Sediaan Barang Kena Cukai, yang wajib disampaikan oleh Pengusaha BKC (Pabrik skala kecil, Penyalur skala kecil, dan TPE) kepada Bea Cukai setiap tiga bulan sekali.

“Dokumen LACK-11 disampaikan secara online melalui aplikasi EXSIS setiap tiga bulan, sebagai contoh untuk bulan Januari-Maret dilaporkan pada April paling lambat tanggal 15,” papar Paypu.

Pada kesempatan ini, Paypu menjelaskan pada para pengguna jasa cara melaporkan LACK-11 melalui aplikasi berbasis online.

“Tidak hanya memudahkan pengguna jasa, pelaporan secara online juga membuat data lebih mudah diolah,” pungkasnya.