Berita

Bea Cukai Jakarta Perketat Protokol Covid-19

Jakarta – Tingkat penyebaran covid-19 yang masih tinggi membuat pemerintah daerah DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat yang mulai berlaku sejak 14 September 2020. Dilansir dari situs https://corona.jakarta.go.id/id, hingga kemarin (15/9), kasus aktif di DKI Jakarta mencapai 12.179 pasien.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bea Cukai Jakarta menggelar rapat membahas tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor, Rabu (16/9).

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko tak bosan mengingatkan seluruh pegawai untuk mengisi laporan kesehatan setiap hari melalui aplikasi Myceisa.

“Di tengah kondisi saat ini, sangat penting melaporkan kondisi kesehatan kepada pimpinan atau atasan langsung, sehingga dapat memantau dan mengetahui sejak dini apabila ada pegawai yang sakit,” ujar Untung.

Untung mengingatkan penerapan protocol kesehatan covid-19 lebih diketatkan guna mencegah penyebaran di lingkungan kantor.

“Bisa dilakukan penyemprotan disinfektan seminggu sekali, bahkan mengadakan rapid test di kantor secara mandiri,” tegasnya.

Pada momen yang sama, Kepala Subbagian Umum, Dewi Uswatun Chasanah menambahkan guna meminimalisir kontak antarpegawai, akan meningkatkan persentase pegawai untuk menerapkan work from home (WFH).

“Bagi pegawai yang di kantor maupun yang bertugas di luar, dapat menerapkan WFH, kecuali untuk pekerjaan yang bersifat urgent atau mengharuskan tetap berada di lapangan,” pungkasnya.

Berbagai upaya telah dilakukan guna memutus rantai penyebaran covid-19 di Kantor Bea Cukai Jakarta.

Bea Cukai Jakarta menggelar rapid test yang diikuti oleh 25 pegawai baik yang bekerja di kantor maupun yang bertugas di lapangan pada Kamis (17/9). Alhamdulillah,seluruh hasil rapid menunjukkan non-reaktif.

Kita semua berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. amin.