Berita

Kunjungi TPE, BC Jakarta Ingin Pengusaha Lebih Patuh Aturan

Jakarta, 16 Juli 2020 – Bea Cukai Jakarta melakukan kunjungan ke tempat penjualan eceran (TPE) minuman mengandung etil alkhol (MMEA). Melalui kegiatan customs visit customer (CVC), Bea Cukai Jakarta memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada pengguna jasa terkait aturan dan kewajiban sebagai TPE MMEA.

Pada momen ini, disampaikan kepada pengusaha barang kena cukai (BKC) yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) memiliki kewajiban untuk melakukan pencatatan. Pencatatan Pengusaha TPE MMEA mencakup catatan sediaan MMEA (CSCK-5) serta melaporkan atas pencatatan dilakukan (LACK-11) setiap tiga bulan kepada kantor Bea Cukai yang mengawasi.

Tidak hanya itu, Bea Cukai Jakarta menjelaskan kepada pengusaha terkait keaslian pita cukai. Bagaimana cara mengidentifikasi pita cukai, asli atau palsu serta penggunaan pita cukai yang sesuai peruntukkannya. Pada edisi tahun 2020, pita cukai memiliki tema “RI75” yang bertepatan dengan tahun kemerdekaan yang ke-75. Secara sederhana, pita cukai diidentifikasi secara kasat mata terlihat pita cukai menggunakan kertas dengan warna dasar kehijauan dan serat berwarna merah. Serta terlihat watermark atau tanda air bertuliskan RI75. Diharapkan pengusaha mengetahui pita cukai melekat pada MMEA adalah asli dan benar.

Perdana sejak pandemi covid-19 melanda negeri, dalam kunjungan ini petugas BC Jakarta tetap menggunakan masker. Selama sepekan ini, beberapa TPE yang dikunjungi tersebar di beberapa wilayah pengawasan BC Jakarta di antaranya yaitu Menteng, Kuningan, Sudirman, dan Melawai.

Diharapkan, melalui kegiatan CVC potensi pelanggaran yang dapat terjadi dapat dihindari dan tentu meningkatkan kepatuhan pengguna jasa terkait peraturan yang berlaku.