Berita

Bea Cukai Jakarta Asistensi Pengguna Jasa Terapkan Aplikasi Cukai Terbaru

Jakarta – Bea Cukai Jakarta menggelar asistensi penggunaan aplikasi Excise Services and Information System (ExSIS) atau aplikasi cukai online kepada pengusaha Hasil Produksi Tembakau Lainnya  (HPTL) atau vape, akhir pekan lalu (5/12). Kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan pengguna jasa dalam memahami dan menggunakan aplikasi cukai online. Pasalnya, aplikasi cukai terbaru yang diluncurkan Ditjen Bea Cukai ini akan mandatory pada Januari 2020 mendatang.

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Chairul Saleh mengatakan kegiatan asistensi dan tatap muka secara langsung lebih memudahkan pengguna jasa untuk memahami sistem baru dan cara penggunaan aplikasi tersebut.  “Penerapan aplikasi cukai online semakin memudahkan pengguna jasa dalam transaksi di bidang cukai. Melalui aplikasi berbasis online layanan lebih efektif dan cepat,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pengembangan Sistem Informasi I Direktorat IKC, Didit Rudy Setiawan menyampaikan untuk dapat mengakses aplikasi Excise Online, pengguna jasa yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC ) melakukan registrasi terlebih dahulu di portal pengguna jasa melalui laman  customer.beacukai.go.id dan dapat menyiapkan data identitas perusahaan sebagai berikut:

  1. Copy SKEP NPPBKC
  2. Copy NPWP
  3. Copy KTP
  4. Surat Kuasa (untuk karyawan yg ditunjuk memegang user)
  5. Alamat email perusahaan yang valid

Usai registrasi dan mendapatkan user baru untuk masuk, pengguna jasa kemudian mengakses Cukai Online dan melakukan pendaftaran dengan memasukkan nomor NPPBKC dan data perusahaan lainnya dengan langkah-langkah sebagai berikut:

 

 

 

Demikian langkah-langkah pendaftaran aplikasi Ceisa Online. 

Setelah mendapat persetujuan dan verifikasi, pengguna jasa dapat melakukan transaksi dan permohonan melalui aplikasi Cukai Online. Layanan yang dapat diakses pada aplikasi ini di antaranya yaitu pemesanan pita cukai (P3C), penyediaan pita cukai (CK-1/1A), dan sistem pelaporan hasil produksi cukai (CK-4).