Berita

Dalam rangka  memperingati Hari Pabean Internasional ke-68 pada tanggal 26 Januari, Bea Cukai Jakarta melaksanakan Apel Khusus Hari Pabean Internasional ke-68 yang dipimpin langsung oleh Untung Purwoko selaku Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta yang dalam amanatnya menyampaikan pesan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Jumat, (28/01/2020).

Selengkapnya...

Jakarta – Bea Cukai Jakarta melakukan pengawasan kegiatan perusakan bahan penolong di kawasan berikat (KB) PT Akzo Nobel Car Refinishes Indonesia, di Pulo Gadung, Jakarta Timur, kemarin (16/1). Bahan penolong yang dirusak di antaranya yaitu kaleng cat dan label kemasan yang tidak digunakan lagi dalam proses produksi.

Kepala Subseksi Bea dan Cukai Tri Hartati menyampaikan pengawasan terhadap kegiatan ini dilakukan karena barang-barang yang masuk ke kawasan berikat mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan tidak dipungut dalam rangka impor (PDRI). “Karena mendapat fasilitas, seluruh kegiatan di kawasan berikat berada di bawah pengawasan bea cukai, termasuk proses perusakan,” ungkap Tri Hartati.

Berdasarkan Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor Per-19/BC/2018 tentang Tata Laksana Kawasan Berikat, pengusaha KB atau PDKB dapat melakukan perusakan atas barang yang berada di Kawasan Berikat yang karena sifat dan bentuknya tidak dapat dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean.

Pada momen ini, Site Operation Manager PT Azko Nobel Car Refinishes Indonesia, Yudi Darmawan menyampaikan bahan penolong berupa kaleng cat dirusak hingga penyok dan/atau bolong sedangkan untuk label/kertas direndam menggunakan air di dalam drum sehingga barang tersebut tidak dapat difungsikan sesuai peruntukkannya.

“Terima kasih atas dukungan Bea Cukai Jakarta dalam pengawasan kegiatan ini,” pungkasnya.

Jakarta – Bea Cukai Jakarta menggelar apel rutin bulanan perdana di tahun 2020, Senin (6/1). Sedikit berbeda, apel kali ini menjadi kali terakhir dipimpin oleh Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta Chairul Saleh yang akan pindah tugas ke Kantor Wilayah DJBC Jakarta mengisi jabatan Kepala Bidang Kepatuhan Internal. Sementara itu, posisi Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta digantikan oleh Untung Purwoko yang sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat Patroli Laut Direktorat Penindakan dan Penyidikan.

Pada kesempatan ini, Chairul Saleh menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pegawai di kantor Bea Cukai Jakarta atas kebersamaan dan kerja sama selama tiga tahun terakhir. “Saya berharap budaya integritas yang selama ini telah kita wujudkan bersama-sama bisa terus dijaga keberlangsungannya dan tetap dipertahankan sampai kapan pun,” tegas Chairul.

Begitu banyak prestasi ditorehkan Chairul selama tiga tahun memimpin Bea Cukai Jakarta, salah satunya adalah predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PAN-RB. Chairul berharap di bawah kepemimpinan kepala kantor yang baru, Bea Cukai Jakarta dapat meraih Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). “Saya akan terus mengawal dan membantu Bea Cukai Jakarta meraih WBBM saat menjabat sebagai Kabid KI di Kanwil,” ungkapnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan acara pisah sambut kepala kantor dengan seremoni pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur. “Alhamdulillah, kantor kita mencapai target penerimaan di tengah kondisi sulit pada 2019 lalu,” pungkas Chairul.

Pada kesempatan yang sama, Untung Purwoko mengatakan senang bisa pindah ke Bea Cukai Jakarta. “Saya merasa beruntung bisa pindah ke Halim, namun ini juga tugas yang cukup berat” ungkapnya. Menurutnya, dengan capaian prestasi yang telah diraih kantor Bea Cukai Jakarta, menjadi tugas yang berat untuk mempertahankan. “Saya yakin dengan bantuan dan kerja sama rekan-rekan di sini, kita dapat mencapai target ke depan,” pungkas Untung.

Jakarta – Bea Cukai Jakarta melaksanakan upacara pengambilan sumpah dan pelantikan jabatan fungsional pemeriksa bea dan cukai, Selasa (15/1). Pegawai yang dilantik yaitu Rivaldi Yudistira Bratanegara sebagai Pemeriksa Bea dan Cukai Terampil.

Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta Untung Purwoko mengucapkan selamat atas jabatan baru yang diemban. “Semoga dapat melaksanakan tugas lebih baik lagi, lebih semangat lagi dalam bekerja,” ujar Untung. Pasalnya, dalam jabatan fungsional terdapat angka kredit yang harus terpenuhi. “Pencapaian kinerja itu lah yang dapat menaikkan pangkat,” ungkapnya.

Diketahui, saat ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tengah menggodok terkait reorganisasi jabatan struktural menjadi jabatan fungsional. “Sedang dibahas di Kantor Pusat posisi apa saja yang bisa mengisi jabatan fungsional,” tandas Untung.

Jakarta –Bea Cukai Jakarta menggelar lokakarya penggunaan mesin x-ray guna meningkatkan kemampuan dan kompetensi pegawai dalam mengoperasikan mesin X-ray, pada Kamis - Jumat pekan lalu, 13-14 Desember 2019. Dalam menjalankan tugas, bea cukai menggunakan mesin x-ray untuk memindai barang. Hal ini untuk membantu petugas dalam mendeteksi adakah barang-barang yang dianggap berbahaya seperti narkotika, senjata api, dan bahan peledak.