Berita

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko menyambut 10 (sepuluh) mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL), Senin (10/2).

"Selama melaksanakan PKL, mahasiswa diharapkan aktif dan antusias, serta dapat memberikan masukan dan saran untuk kantor," pesan Untung.

Selain itu, para mahasiswa dapat mengaplikasikan pembelajaran saat kuliah dalam kegiatan PKL. Hal ini sebagai gambaran dunia kerja di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kelak.

Pelaksanaan PKL Politeknik Keuangan Negara STAN berlangsung mulai 10 Februari 2020 hingga 03 April 2020.

Jakarta - Bea Cukai Jakarta menyambut kedatangan peserta Diklat Hanggar Kepabeanan dan Cukai, Jumat (7/2). Diharapkan observasi yang dilaksanakan di Bea Cukai Jakarta dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas kepabeanan dan cukai. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbag Umum Dewi Uswatun Chasanah dalam sambutannya.

“Selamat datang bagi seluruh peserta diklat, saya harap dari kegiatan ini dapat melihat langsung proses pengawasan dan pelayanan kepabeanan dan cukai di hanggar kantor bea cukai jalarta,” ujar Dewi.

Pada kesempatan ini, sejumlah 29 peserta diklat hanggar kepabeanan dan cukai mengunjungi perusahaan pengguna fasilitas kepabeanan di bawah pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Jakarta yaitu PT Jasa Angkasa Semesta (TPS) dan PT SJ Indonesia (TBB). Kedua perusahaan tersebut, menjadi tempat di mana para peserta diklat melakukan observasi antara teori yang telah dipelajari selama diklat dengan praktik yang terjadi di lapangan.

Jakarta – Bea Cukai Jakarta mengadakan audiensi dengan pengguna jasa Tempat Penyelengara Pameran Berikat (TPPB) dan Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Rabu (5/2). Pertemuan ini membahas terkait rencana kegiatan pameran yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2020.

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko mengatakan siap mendukung kegiatan pameran yang akan diselenggarakan. “Saya mengimbau kepada seluruh pihak, baik itu penyelenggara pameran atau PPJK untuk mempersiapkan dokumen kepabeanan dan perizinan instansi terkait terhadap barang-barang yang akan dipamerkan,” ungkap Untung.

Sebagai contoh, ia melanjutkan, barang-barang yang dipamerkan yaitu benih tanaman, obat-obatan telah mengurus perizinan dari Balai Karantina dan BPOM. “Barang-barang berisiko tinggi yang berdampak pada manusia seperti obat-obatan, makanan dan benih perlu adanya dukungan sertifikasi instansi terkait,” tegas Untung.

Lebih lanjut, Untung mengingatkan kepada seluruh stakeholder di TPPB untuk menyelesaikan kewajiban kepabeanan atas barang-barang setelah pameran berakhir. Pasalnya, barang-barang di TPPB mendapat fasilitas penangguhan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor. “Barang impor yang dipamerkan harus dikeluarkan dari TPPB dengan tujuan diekspor kembali atau dibayar kewajiban kepabeanannya (BC 2.5),” pungkasnya.

Jakarta – Bea Cukai Jakarta melakukan kunjungan ke Pangkalan Udara Militer (Lanud) Halim Perdanakusuma, Rabu (5/2). Kedatangan Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta Untung Purwoko disambut langsung oleh Komandan Lanud Marsma TNI M Tonny Harjono.

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta Untung Purwoko menyampaikan tujuan dari kunjungan ini yaitu meningkatkan sinergi antarinstansi serta menjalin komunikasi yang baik dengan TNI AU. “Pertemuan seperti ini sangat bermanfaat dalam rangka koordinasi pelaksanaan tugas di wilayah Halim Perdanakusuma,” tuturnya.

Sementara itu, Danlanud Marsma TNI Tonny Harjono menyambut senang atas kunjungan ini. “Ke depan bisa didakan kegiatan bersama antara TNI AU dan Bea Cukai Jakarta,” ujarnya.

Jakarta -  Seluruh pegawai Bea Cukai Jakarta melaksanakan penandatanganan kontrak kinerja tahun 2020, di Aula Kantor Bea Cukai Jakarta Jumat (31/1). Pelaksanaan penandatanganan kontra kinerja bersamaan dengan penandatanganan mitigasi risiko dan pakta integritas 2020.

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko mengatakan kontrak kinerja menjadi parameter pegawai dalam melaksanakan tugas dan target yang akan dicapai.

“Tugas yang telah dilaksanakan dan tercapainya IKU (Indikator Kinerja Utama) bukan berarti tidak perlu melaksanakan tugas lain yang dibutuhkan organisasi. Apabila, lintas seksi meminta bantuan, dapat pula dilaksanakan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Untung mengimbau setiap pegawai dapat melaksanakan sikap dasar pegawai DJBC. “Sikap dasar yang selalu dibacakan pada setiap kegiatan bukan sekadar dibaca, tapi juga dapat dilaksanakan, dengan begitu saya berharap kita bisa menjadi tim yang solid,” ungkap Untung. Dengan begitu, pekerjaan seberat apapun dapat diemban bersama-sama guna mencapai tujuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kepatuhan Internal (KI), Wahid Ali Graha mengatakan seksi KI siap membantu setiap pegawai yang ingin mengonsultasikan terkait kontrak kinerja. “Pintu KI selalu terbuka untuk pegawai yang ingin memperbaiki kontrak kinerjanya menjadi lebih tepat sasaran,” pungkas Wahid.