Berita

Bogor – Bea Cukai Jakarta melaksanakan pemusnahan barang milik negara (BMN) hasil penindakan tahun 2019 hingga 2020, Rabu (14/4).

Pemusnahan BMN dilakukan terhadap barang-barang illegal yang dapat membahayakan masyarakat.

Barang yang dimusnahkan merupakan barang larangan dan pembatasan (lartas) hasil tegahan karena melanggar UU Kepabeanan dan Cukai dan UU Pornografi serta tidak memenuhi perizinan sesuai dengan peraturan instansi terkait.

Beberapa diantaranya yakni minuman mengandung etil alcohol (MMEA) ilegal, rokok dan hasil produk tembakau lainnya ilegal, obat-obatan/suplemen, alat kesehatan, senjata api, barang bekas, sparpart kendaraan dan elektronik.

Proses pemusnahan diawasi langsung oleh petugas guna memastikan proses berjalan dengan baik dan sesuai peraturan yang berlaku.

Menggunakan fasilitas greenzone milik PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), pemusnahan dilakukan dengan cara dirusak untuk kemudian dibakar dengan mesin bersuhu sangat tinggi hingga tidak meninggalkan residu berbahaya dan berdampak buruk pada lingkungan.

Jakarta – Bea Cukai Jakarta menggelar sosialiasi desain pita cukai tahun 2021 dan pelaporan LACK-11 atau laporan sediaan barang kena cukai (BKC), Senin (12/4).

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko mengatakan desain pita cukai mengalami perubahan setiap tahunnya.

“Perubahan desain pita cukai salah satunya guna meningkatkan keamanan pita cukai agar sulit untuk dipalsukan dan mencegah peredaraan barang kena cukai ilegal,” ungkap Untung.

Untung menegaskan sosialisasi ini sangat penting agar pengguna jasa dapat mengidentifikasi keaslian pita cukai.

“Menghindari pita cukai palsu atau tidak seharusnya,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Bobby Patigor memaparkan bentuk fisik, spesifikasi, dan desain pita cukai tahun 2021 dan praktik identifikasi keaslian pita cukai.

“Desain pita cukai tahun 2021 bertema biota laut, tema tersebut dipilih karena negara Indonesia merupakan negara maritime,” tutur Bobby.

Ia melanjutkan, dengan warna dasar kertas yang kebiruan, pita cukai tahun 2021 juga dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan yang mirip dengan fitur-fitur keamanan pada uang kertas, seperti hologram, serat microfiber, dan cetakan yang tajam.

Dalam menentukan keaslian pita cukai tersebut dapat menggunakan tiga cara yaitu secara kasat mata, dengan menggunakan kaca pembesar, dan juga menggunakan sinar UV untuk memunculkan fitur tersembunyi yang terdapat pada pita cukai.

Usai pemaparan terkait pita cukai, sosialiasi dilanjutkan dengan materi pelaporan LACK-11.

Pelaksana Pemeriksa Seksi Kepabeanan dan Cukai, Paypu Seno Aji menyampaikan LACK-11 adalah Laporan Sediaan Barang Kena Cukai, yang wajib disampaikan oleh Pengusaha BKC (Pabrik skala kecil, Penyalur skala kecil, dan TPE) kepada Bea Cukai setiap tiga bulan sekali.

“Dokumen LACK-11 disampaikan secara online melalui aplikasi EXSIS setiap tiga bulan, sebagai contoh untuk bulan Januari-Maret dilaporkan pada April paling lambat tanggal 15,” papar Paypu.

Pada kesempatan ini, Paypu menjelaskan pada para pengguna jasa cara melaporkan LACK-11 melalui aplikasi berbasis online.

“Tidak hanya memudahkan pengguna jasa, pelaporan secara online juga membuat data lebih mudah diolah,” pungkasnya.

Jakarta – Turut serta menyukseskan program vaksinasi covid-19, pegawai Bea Cukai Jakarta melakukan vaksinasi tahap pertama yang digelar di Kantor Pusat, Rabu dan Kamis( 3-4 Maret 2021).
 
Vaksinasi ini merupakan bagian dari Vaksinasi Covid-19 tahap dua mulai dilakukan terhadap 17,4 juta petugas pelayanan publik, termasuk para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Bea Cukai.
 
Bea Cukai menjadi instansi pertama di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang melaksanakan pemberian vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta. Tercatat 1.560 pegawai Bea Cukai menerima vaksinasi di hari pertama penyelenggaraan.
 
Seluruh pegawai di Kantor Pusat Bea Cukai, Bea Cukai Tanjung Priok, Bea Cukai Jakarta, Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Balai Laboraturium Bea Cukai Jakarta, Bea Cukai Marunda, dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Priok semua menerima vaksin di kantor pusat dari tanggal 1-4 Maret 2021.

Jakarta – Bea Cukai Jakarta menggelar sharing session dalam rangka peningkatan layanan untuk mewujudkan Bea Cukai Jakarta menuju WBBM dengan pengguna jasa, Kamis (04/3).

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko menyampaikan apresiasi kepada pengguna jasa yang hadir dalam pertemuan yang digelar secara daring ini.

“Kegiatan ini menjadi sarana bagi pengguna jasa untuk memberikan masukan apa-apa saja yang dirasa perlu dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Pada momen ini juga, Untung menyampaikan terima kasih kepada pengguna jasa atas penilaian pada survei kepuasan pelayanan pada tahun 2020 yang mencapai nilai 4,81 (Skala 5).

Meskipun masih dalam kondisi pandemi yang membuat pelayanan tatap muka dikhususkan pada layanan tertentu. Untung menegaskan petugas BC Jakarta tetap siaga memberikan pelayanan setiap hari kerja.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim WBBM BC Jakarta, Abdul Rahman mengatakan BC Jakarta yang telah meraih predikat WBK di tahun 2019, ditunjuk oleh kantor pusat maju sebagai unit kerja berpredikat WBBM di tahun 2021.

“Harus ada akselerasi jumlah unit yang mendapat predikat WBK/WBBM. Harapan saya adalah bukan predikat di atas kertas, tetapi secara substansi memang layak menyandang predikat tersebut,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Ia berharap pengguna jasa dapat memberikan dukungan kepada BC Jakarta salah satunya dengan mengisi beberapa survei yang akan dilakukan.

“Survei ini menjadi salah satu tolak ukur dalam penilaian WBBM,” tutur Abdul Rahman.

BC Jakarta pun membuka pintu selebar-lebarnya bagi pengguna jasa untuk menyampaikan kritik dan saran, atau permasalahan di lapangan.

“Mengharapkan dukungan dari seluruh pengguna jasa mencapai BC Jakarta berpredikat WBBM. Membangun komunikasi yang bersinergi, budaya organisasi yang bersih,” tandasnya.

Mendorong setiap elemen kantor mengetahui dengan baik pencanangan Bea Cukai Jakarta meraih WBBM, BC Jakarta mengadakan sosialisasi kepada pegawai pemerintah non pegawai negeri (PPNPN) terkait pembangunan zona integritas meraih predikat wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM), Rabu (17/2).

Kepala Seksi Kepatuhan Internal, Abdul Rahman menyampaikan bahwa BC Jakarta sedang berjuang meraih predikat WBBM pada tahun 2021, diharapkan semua pihak tanpa terkecuali dapat mendukung pencanangan ini.

“Tidak hanya seluruh pegawai, tetapi juga pramubakti dan petugas keamanan yang menjadi bagian dari kantor memberikan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap proses pembangunan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Abdul Rahman mengatakan salah satu metode penilaian WBBM yang akan dilakukan oleh Tim Penilai yaitu melakukan pemeriksaan langsung di kantor.

"Seluruh PPNPN yang terlibat memberikan pelayanan terhadap pengguna jasa maupun stakeholder agar dapat menerapkan standar pelayanan yang berlaku," pungkasnya.

#beacukaimakinbaik
#BCJakartaWBBM2021