Berita

Jakarta, 13 Januari 2022 – Dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia, Bea Cukai Jakarta mengadakan webinar pembinaan mental pegawai bertema “Manajemen Stres”.

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko mengatakan bahwa stres adalah hal yang sangat wajar dialami sebagai petugas bea cukai.

“Manusiawi kita stres, mungkin akibat pandemi misalnya,” ungkap Untung.

Selaras dengan moto kantor yaitu bekerja dengan cerdas dan ikhlas. Untung yakin pegawai BC Jakarta yang bekerja demi kebaikan bea cukai dijauhkan dari stres. Terlebih lagi, dengan semangat dan sinergi BC Jakarta pada akhir 2021 mendapat predikat WBBM.

Dengan mengikuti webinar ini, Untung berharap pegawai dapat mengetahui penyebab stres dan bagaimana mengelola stres dengan baik.

“Ambil pelajaran dan menjadi pribadi yang berbeda, lebih baik lagi,” ujarnya.

Pada momen ini, hadir sebagai narasumber Widyaiswara Balai Diklat Keuangan Malang, Widyarini mengatakan mengendalikan stres dapat membentuk pribadi yang kuat.

“Masalah tidak perlu ditakuti. Justru, kita bisa memahami dan bersahabat dengan situasi fullstress,” ungkapnya.

Widyarini memaparkan terdapat dua faktor pemicu stres yaitu faktor internal dan eksternal. Penyebab dari internal antara lain yaitu overthingking, pesimis, berpikiran kaku, insecure, harapan yang tidak realistis, all or nothing attitude.

Sementara faktor dari eksternal seperti perubahan hidup yang besar, lingkungan, putusnya hubungan, masalah finansial, stres dalam keluarga, terlalu sibuk.

“Penyebab-penyebab inilah yang perlu dikelola,” ujar Widyarini.

Bila dikelola dengan baik, menurut Widyarini, hal tersebut bisa menjadi stres yang positif. Istilahnya, “the power of kepepet”, ide-ide cemerlang terkadang keluar saat kita stres atau dalam tekanan, ujarnya.

Di sisi lain, stres yang berkepanjangan dapat berdampak buruk bagi tubuh. Secara fisiologis bisa menimbulkan gangguan kesehatan fisik contohnya susah tidur, rambut rontok, jerawatan. Secara psikologis, gangguan berpikir mudah lupa, kurang fokus, gangguan emosi cemas panik, hopeless, depresi, burnout. Dari sisi perilaku, sikap dan perilaku kerja yang tidak baik.

Widyarini memberikan beberapa tips mengurangi stres, di antaranya yaitu mengambil waktu jeda, dapatkan support system, ubah cara berpikir dan bersikap, atur kembali harapan, tugas dan target, balanced life style, learn to say “no”, dan beribadah.

“Keberhasilan mengelola stres bisa menjadi pengalaman berharga, modal menghadapi tantangan selanjutnya, lebih dewasa dan matang,” pungkasnya.

Jakarta - Bea Cukai Jakarta mengadakan briefing organisasi yang dipimpin oleh Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai, Fuad Mufti, Kamis, 6 Januari 2022.

Fuad mengapresiasi seluruh pegawai atas kinerja sepanjang tahun 2021 yang mencapai target penerimaan.

“Alhamdulillah, patut bersyukur atas tercapainya target penerimaan kantor,” ungkapnya.

Ia menyampaikan Bea Cukai Jakarta berhasil mencatatkan total realisasi penerimaan mencapai Rp451,18miliar dari target Rp326,1miliar.

“Secara persentase pencapaian 138,36% dari target yang ditetapkan,” ujar Fuad.

Dari total tersebut, penerimaan Bea Masuk (BM) senilai Rp365miliar dan Cukai Rp85miliar.

Pada momen ini, Fuad juga mengimbau seluruh pegawai untuk sama-sama jaga dan tingkatkan integritas serta profesionalisme bekerja.

“Predikat WBBM yang telah berhasil diraih kita pertahankan, tetap semangat dan tingkatkan kualitas pelaksanaan tugas di tahun 2022,” tandasnya

Jakarta – “Alhamdulillah, kantor Bea Cukai Jakarta memperoleh predikat WBBM,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko saat acara syukuran usai menerima penganugerahan WBBM Tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Kemenpan-RB, Senin, 20 Desember 2021.

Sebelumnya, pada tanggal 16 Desember 2021 telah diumumkan bahwa Bea Cukai Jakarta memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Terdapat 4402 satuan kerja yang mengajukan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan WBBM. Satker yang mendapat WBK sejumlah 486, sedangkan WBBM sebanyak 72 satker, termasuk Bea Cukai Jakarta.

“Ini tentunya merupakan keberhasilan semua. Penilaian ketat bukan hanya dokumen tetapi ada survei, kemudian mistery guest yang berkunjung ke kantor,” ujar Untung.

Untung menegaskan kepada seluruh pegawai untuk terus menjaga komitmen dan menjunjung integritas.

“Terima kasih untuk semuanya, patut bersyukur atas pencapaian ini, namun di depan tugas berat menanti yaitu mempertahankan predikat WBK dan WBBM serta memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa,” pungkasnya.

Jakarta - Bea Cukai Jakarta menyelenggarakan acara perpisahan bagi pegawai yang mutasi dan promosi pada Jumat (31/12).

Pejabat Pengawas yang mutasi yaitu Sigit Purwoko, Bambang Kuncoro, Friadi, dan Suryo Widodo. Sementara untuk pegawai yang promosi menjadi kepala seksi yakni M. Iqbal, Hardianto B. Situmorang, dan Mahendra D.

Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko mengucapkan terima kasih atas pengabdian, kontribusi dan kerja keras bagi kantor ini.

“Semoga selalu amanah dan tetap menjaga integritas di tempat yang baru,” tandasnya.

Jakarta – Bea Cukai Jakarta melaksanakan focus group discussion (FGD) triwulan IV tahun 2021 yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko, Rabu (1/12).

Untung menyampaikan FGD merupakan momen menjembatani antara pimpinan dan pelaksana dalam menghadapi suatu isu atau permasalahan yang dihadapi.

“Melalui forum diskusi ini diharapkan agar seluruh elemen dapat memahami isu dan menyelaraskan visi,” ujarnya.

Salah satu pembahasan utama dalam FGD kali ini yaitu terkait optimalisasi penerimaan. Beberapa kebijakan dan strategi dilakukan oleh Kementerian Keuangan untuk menggenjot penerimaan negara di antaranya yaitu joint analysis, joint audit, joint collection, joint investigasi, secondment, dan kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Kegiatan kolaborasi antar instansi vertical di Kemenkeu yang efektif mendorong optimalisasi penerimaan negara,” ungkap Untung.

Isu lain yang dibahas yaitu terkait peran strategis G20 dalam penangan isu global. Diketahui, Indonesia resmi memegang keketuaan atau presidensi Group of Twenty (G20) per 1 Desember 2021.

“Presidensi Indonesia dalam G20 ini akan berdampak besar baik dari segi ekonomi, pembangunan sosial maupun manfaat dari segi politik,” pungkasnya.