Berita

Jakarta - Bea Cukai Jakarta melaksanakan briefing organisasi rutin bulan Agustus 2022 yang dilakukan secara daring, Senin (08/08).
 
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai I, Ade Wismiyati yang memimpin jalannya kegiatan memberikan paparan tentang Whistleblowing System Kemenkeu (WISE).
 
“Deteksi Fraud terbanyak dimulai dari pengaduan” ujar Ade.
 
Ade Wismiyati menjelaskan tentang pengertian WISE, alasan melapor, prinsip WISE, saluran WISE, pengelolaan WISE dan kerja sama KWS – WISE.
 
“Rahasia, mudah dan cepat, terintegrasi dan adanya monitoring merupakan prinsip WISE” papar Ade.
 
Terakhir, pada momen ini Ade mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan.
Pada hari Jumat, 29 Juli 2022 Bea Cukai Jakarta kembali mengadakan senam yang rutin diadakan setiap bulannya.
 
Ada yang berbeda dari senam Jumat tadi, selepas senam Bea Cukai Jakarta mengadakan ramah tamah dengan 2 dari 3 pegawai senior yang akan memasuki purna tugas, yakni Teuku Syahnan, Adi Fitrato dan Teuku Manyak Arief.
 
Dalam kesempatan tersebut Adi dan Manyak menyampaikan kesan dan pesan sepanjang melaksanakan tugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
 
“Saya bisa dibilang kuncen, karena sudah sejak 2004 hingga 2022 penempatan di Halim”, ujar Manyak seraya tertawa.
 
Adi yang dulu sempat berkiprah di kantor pusat, mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Bea Cukai Jakarta yang telah menghantarkan dirinya hingga bisa memasuki purna tugas.
 
Rahman yang mewakili Kepala KPPBC TMP A Jakarta menyampaikan harapannya agar Adi dan Manyak selalu diberi kesehatan dalam menjalankan masa purna tugas.
Jakarta – Bea Cukai Jakarta menggelar kegiatan Coffee Morning bersama Pengguna Jasa dalam rangka peningkatan layanan KPPBC TMP A Jakarta, Jumat (22/7).
 
Acara ini dibuka oleh sambutan dari Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko. Ia mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu ajang silaturahmi bersama Pengguna Jasa di wilayah kerja Bea Cukai Jakarta.
 
“Sudah lama kita tidak mengadakan acara offline dikarenakan adanya pandemi,” ungkap Untung.
 
Pada kegiatan ini narasumber yang hadir yaitu Abdul Rahman sebagai Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Mohamad Nur Eko Yuwono sebagai Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi.
 
Pada kesempatan yang sama, Abdul Rahman memberikan paparan tentang capaian kinerja Semester 1 dan layanan pengaduan di KPPBC TMP A Jakarta.
 
“Realisasi penerimaan Bea Cukai Jakarta sampai dengan Semester 1 adalah 50,08% dari target,” papar Rahman.
 
Lebih lanjut, Mohamad Nur Eko Yuwono memaparkan tentang Survei Kepuasan Pengguna Jasa (SKPJ) tahun 2022.
 
“Diharapkan kegiatan ini dapat menguatkan sinergi antara Bea Cukai Jakarta dengan pengguna jasa,” ungkap Eko.
Acara ini juga terdapat sesi diskusi yang berlangsung secara hangat. Pengguna Jasa dapat menyampaikan kesan dan saran pada saat diskusi ini.
Jakarta – Bea Cukai Jakarta melaksanakan kegiatan customs visit customer dengan mengunjungi salah satu UKM yang berpeluang ekspor sesuai rekomendasi oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Jakarta Timur yakni UKM Fafa Aloe Vera pada Senin (25/7).
 
FaFa Aloevera dengan merk dagang UMMI didirikan pada tahun 2010 oleh Ibu Warsiti. Usaha ini bergerak di bidang minuman herbal dari olahan Lidah Buaya dan pada tahun 2015 FaFa Aloevera mendapatkan hak patennya sebagai merk dagang UMMI. Melihat potensi dan pasaran dari produk Fafa ini, maka Bea Cukai Jakarta bermaksud untuk melakukan sosialisasi/pembinaan kepada UMKM terkait proses ekspor.
 
Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama, Resmita Wardani mengatakan momen CVC menjadi wadah diskusi antara bea cukai dan UMKM, apabila terdapat kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan usaha.
 
“Kedatangan kami ke sini, selain memberikan sosialisasi terkait ekspor kami juga untuk memberikan asistensi pada proses rencana ekspornya, sebagaimana upaya kami dalam memberdayaan UMKM sebagai pelaku ekspor”ujar Resmita.

Jakarta- Bea Cukai Jakarta kembali mengadakan In House Training (IHT) tentang Toko Bebas Bea.
 
Adi Rizkiarto dalam sambutannya menyampaikan kegiatan IHT ini merupakan upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya tentang Toko Bebas Bea, dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pegawai di lingkungan KPPBC TMP A Jakarta.
 
Raditya Ishak yang merupakan Pemeriksa Bea dan Cukai di KPPBC TMP A Jakarta memaparkan bahwa Toko Bebas Bea adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang asal impor dan/atau barang asal daerah pabean untuk dijual kepada orang dan/atau orang tertentu.
 
"Kartu kendali berlaku dalam jangka waktu paling lama 1 tahun dan dapat diperpanjang, jika korps diplomatik masa kerjanya 5 tahun, maka harus memperpanjang kartu kendali tersebut", Ungkap Raditya Ishak.
 
Ishak juga menyampaikan selama masa pandemi, terdapat penurunan penjualan pada Toko Bebas Bea tetapi tidak terlau signifikan, karena Diplomatik eropa masih melakukan pembelian di Toko Bebas Bea.