Berita

Jakarta –  Bea Cukai Jakarta menggelar In House Training (IHT) tentang pencacahan pita cukai dan buku rekening cukai (BRCK) di Aula Kantor Bea Cukai Jakarta, Selasa (16/4/2019). Dihadiri oleh kepala kantor dan hampir seluruh pegawai, penyelenggaran IHT berjalan sukses dan lancar. “Kegiatan IHT ini, sebagai penyegaran peraturan kepada pegawai sehingga dapat meningkatkan kualitas pengawasan, khususnya di bidang Cukai,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Chairul Saleh, dalam sambutannya.

Kepala Seksi Pengembalian Cukai Direktor Teknis dan Fasilitas Cukai, Joko Wuryanto menyampaikan Pencacahan Pita Cukai adalah kegiatan untuk mengetahui jumlah, jenis, dan kondisi pita cukai dengan membandingkan antara data pemesanan pita cukai, data produksi barang kena cukai/data importasi barang kena cukai, catatan sediaan pita cukai dan hasil pemeriksaan fisik pita cukai.

Selengkapnya...

Jakarta – Sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pengguna jasa terhadap peraturan perundangan yang berlaku, Bea Cukai Jakarta menggelar sharing session dengan pengguna jasa, khususnya importir dan pabrik barang kena cukai (BKC), Senin (15/4/2019). Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Chairul Saleh menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap pengguna jasa yang hadir dalam pertemuan ini. “Tujuan dari kegiatan ini sebagai sarana untuk saling bertukar pikiran, menyampaikan saran dan pendapat kepada kami Kantor Bea Cukai Jakarta supaya ke depan dapat meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa,” ungkapnya.

Jakarta, 5 April 2019 –  Mens sana in corpore sano, ungkapan yang sudah tak asing di telinga kita sebagai jargon olahraga dan kesehatan, yang berarti “di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat”. Kini, semakin banyak orang sadar pentingnya pola hidup sehat dan berolahraga tak terkecuali di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Rutin setiap hari Jumat sebelum jam kantor dimulai, pegawai melaksanakan senam pagi terlebih dahulu. Bahkan, Jumat ditetapkan sebagai Hari Krida Nasional atau Hari Berolahraga.

Jakarta - Tidak hanya sekadar memungut penerimaan cukai dari perusahaan yang menjual minuman mengandung etil alkohol (MMEA), Bea Cukai Jakarta juga memberikan pendampingan kepada perusahaan yang menjual MMEA. Salah satu program yang menjadi wadah bagi Bea Cukai memberikan pendampingan kepada pengguna jasa adalah program Customs Visit Customer (CVC), yaitu Kantor Bea Cukai melakukan kunjungan ke perusahaan atau pengguna jasa.

Dengan dukungan seluruh stakeholders, Kantor Bea Cukai Jakarta optimis dapat meraih predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Chairul Saleh, saat menyampaikan sambutan pada acara coffee morning dalam rangka pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Aula Kantor Bea Cukai Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019.

Stakeholders khususnya pengguna jasa merupakan salah satu komponen yang disurvei dalam penilaian pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM. “Saya berharap pengguna jasa sebagai mitra dapat memberikan penilaian yang objektif terhadap Kantor Bea Cukai Jakarta,” ungkap Chairul.

Chairul menyampaikan pengguna jasa dapat memberikan masukan dan saran untuk peningkatan pelayanan kantor Bea Cukai Jakarta. “Kami sangat terbuka dan senang hati menerima saran dan kritik dari pengguna jasa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, tim penilai dari Kantor Wilayah DJBC Jakarta menggelar survei kepada pengguna jasa terkait penilaian awal dalam pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM. Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan Kanwil DJBC Jakarta, Ade, mengatakan survei ini merupakan tahap awal penilaian terhadap Kantor Bea Cukai Jakarta dalam pembangunan ZI menuju predikat WBK dan WBBM. “Diharapkan pengguna jasa dapat memberikan penilaian yang sebenar-benarnya, tidak perlu ragu sebab kami tetap menjaga kerahasiaan identitas penilai,” tandas Ade.