Berita

 
Bea Cukai Jakarta kunjungi PT Buana Pro Logistics, perusahaan pengurusan jasa kepabeanan atau PPJK dalam rangka program customs visit customer (CVC), Selasa (12/10).
 
Program CVC salah satu wujud nyata yang terus dilakukan Bea Cukai Jakarta dalam memberikan pelayanan prima kepada stakeholder.
 
Kegiatan ini menjadi momen tatap muka antara Bea Cukai Jakarta dengan perusahaan yang berada di bawah pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Jakarta.
 
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi terkait peraturan-peraturan kepabeanan dan cukai serta kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh para pengguna jasa, juga untuk menampung masukan, saran, dan kritik yang membangun dari perusahaan.
 
Pada momen ini, petugas meminta dukungan dan kerja sama pengusaha dalam mewujudkan Bea Cukai Jakarta berpredikat wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM).

Jakarta – Laksanakan program pembinaan mental (bintal) integritas bagi pegawai, Bea Cukai Jakarta menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara bertajuk “Penguatan Budaya Antikorupsi”, Kamis (9/9).
 
Direktur Kepatuhan Internal, Agus Hermawan mengapresiasi Bea Cukai Jakarta atas terselenggaranya acara ini yang sejalan dengan reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
 
“Reformasi telah berjalan dengan baik di Bea Cukai, serta penguatan integritas terus dilakukan secara berkesinambungan,” ungkapnya.
 
Ia berharap acara ini bukan hanya seremonial tetapi benar-benar diimpelementasikan.
 
“Pimpinan dan para pegawai saling menjaga dan mengingkatkan untuk terus menjaga kejujuran dan sikap dasar pegawai bea cukai dalam pelaksaan tugas,” tegas Agus.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Niken Ariati mengatakan Kementerian Keuangan telah bekerja bersama dengan KPK sejak 2007, dan Bea Cukai salah satu unit organisasi yang menjadi pilot project reformasi birokrasi yang menyeluruh.
 
“KPK bukan satu-satunya yang berwenang menangani korupsi, bersama kepolisian dan kejaksaan, namun memberantas korupsi adalah tanggung jawab semua warga Indonesia,” ujar Niken.
Niken mengatakan program bintal sebagai pendorong dan pengingat individu di dalam organisasi tetap berintegritas. Namun tak hanya itu, sistem yang “terang” menjadi kunci dalam pencegahan korupsi.
 
“Sistem yang terbuka dan transparan dapat mempersempit ruang individu melakukan fraud atau tindakan korupsi,” tuturnya.
 
Niken menegaskan dengan organisasi yang berintegritas dan sistem yang terbuka, pencegahan korupsi yang utama adalah dari dalam diri individu.
 
“Yang dilakukan individu dalam pencegahan korupsi di antaranya yaitu menghindari rangkap jabatan, menolak gratifikasi, memberikan contoh keteladanan, menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
 

Jakarta - Bea Cukai Jakarta terima kunjungan Kepala Kantor Wilayah DJBC Jakarta, Rusman Hadi, Rabu (25/8).
 
Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko menyambut langsung kedatangan Kakanwil Jakarta.
 
Pada pertemuan ini, Rusman Hadi menyampaikan dukungan kepada kantor BC Jakarta yang sedang berjuang menuju predikat wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).
 
“Semoga kantor Bea Cukai Jakarta bisa meraih predikat WBBM di tahun 2021,” ujarnya

 

Jakarta – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani melakukan kunjungan kerja ke kantor Bea Cukai Jakarta, Rabu (1/9). Ini merupakan kunjungan pertamanya sejak menjabat Maret 2021 lalu sebagai Dirjen Bea Cukai menggantikan Heru Pambudi.


Dalam kesempatan ini, Askolani menyampaikan bahwa Bea Cukai terus melakukan evaluasi dan menyusun strategi dalam penguatan reformasi guna dorong ekonomi.

“Terdapat empat strategi penguatan reformasi menuju bea cukai makin baik di antaranya yaitu pengutan integritas, efesiensi pelayanan, efektivitas pengawasan, optimalisasi penerimaan,” paparnya.

Askolani menegaskan bahwa keempat poin tersebut merupakan upaya nyata Bea Cukai untuk terus melakukan perbaikan dalam bidang pengawasan maupun pelayanan guna mendorong ekonomi di tengah kondisi pandemi.

Ia berharap seluruh pegawai dapat melaksanakan pedoman tersebut dengan konsisten dan baik.

“Tetap laksanakan pedoman ini dimana pun Anda bertugas,” tegas Askolani.

Pada momen ini, Ia juga menyampaikan dukungan kepada Kantor Bea Cukai Jakarta yang tengah berjuang menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Askolani mengatakan Bea Cukai Jakarta sudah sangat baik, inovatif dan kreatif. Tak luput, ia juga mengapresiasi dan berterima kasih atas apa yang telah diberikan Bea Cukai Jakarta.

“Semoga Bea Cukai Jakarta dapat mewujudkan WBBM, tentu saja itu bukan sekadar labeling tetapi diimplementasikan saat bekerja,” pungkasnya.

 
 
Jakarta - Bea Cukai Jakarta mengadakan in house training tips komunikasi yang disampaikan oleh Tim Bravo Bea Cukai, Selasa (24/8).
Kepala Kantor Bea Cukai Jakarta, Untung Purwoko mengharapakan pegawai dapat mengimplementasikan materi dari kegiatan ini saat bekerja maupun berhadapan dengan pengguna jasa guna mendukung suksesnya pencanangan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
 
“Kemampuan komunikasi yang baik diperlukan pegawai agar dapat memberikan pelayanan yang mudah dipahami oleh pengguna jasa,” ungkap Untung.
Pada momen yang sama, Kasubdit PLI Direktorat Kepabeanan International dan Antar Lembaga (KIAL), Hatta Wardhana mengaku senang ia dan tim Bravo Bea Cukai diberi kesempatan untuk mengisi IHT terkait materi terkait tips komunikasi.
 
“Semoga bisa membawa manfaat bagi rekan-rekan pegawai di sini. Mengenal lebih dekat dengan bravo bea cukai terutama terkait pengelolaan contact centre pada layanan informasi,” tuturnya.
 
Pada kesempatan ini, Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama Direktorat KIAL, Dewi Nikmal Maula menyampaikan dalam menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan, sudah pasti agent membutuhkan keterampilan berbicara.
 
Ia melanjutkan, tuggas agent adalah menciptakan ketertarikan pelanggan dengan komunikasi yang dilakukannya dalam memberikan informasi.
“Hal-hal yang perlu diperhatikan agent ketika berbicara dengan pengguna contact center ialah kecepatan dan kejelasan berbicara, intonasi berbicara dan bahasa yang dimengerti,” pungkas Dewi.