Berita

Jakarta, 3 Juni 2015 - Kementerian Keuangan RI cq. Ditjen Ban Cukai dan Badan Narkotika Nasional telah membuat Nota Kesepahaman tentang Koordinasi dan Kerja sama dalam Rangka Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Sebagai langkah nyata pelaksanaan Nota Kesepahaman tersebut, DJBC dan BNN melaksanakan operasi bersama pada tanggal 25 s.d. 31 Mei 2015 di perairan Teluk Jakarta dan pelabuhan-pelabuhan disekitar Jakarta.
Selengkapnya...
Badung, Bali– Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Ngurah Rai, Jumat (12/06/2015), melakukan pemusnahan terhadap Barang Yang Menjadi Milik Negara (BMN) atas hasil penindakan selama periode tahun 2014. Barang-barang tersebut terdiri dari berbagai macam jenis barang diantaranya seperti MMEA (983 botol), airsoft gun & sparepart (17 pcs), sex toys (107 pcs), Samurai (1 pcs), puluhan keeping vcd porno, ribuan butir obat-obatan, sparepart bekas dan lain sebagainya.

  

Acara pemusnahan BMN ini dihadiri dan disaksikan oleh pejabat dan pihak-pihak dari instansi terkait antara lain Direktur P2, Kakanwil DJBC Bali, NTB dan NTT, Kepala KPKNL Denpasar, Kepala KP3 Badara Ngurah Rai, Komandan Pangkalan TNI AU Ngurah Rai, Kepala BPOM, Kepala Kantor Pos  Denpasar. Turut hadir beberapa stakeholder di Bandara Ngurah Rai serta rekan-rekan dari media massa.

  

Rangkaian kegiatan pemusnahan BMN diawali dengan sambutan Kepala KPPBC TMP Ngurah Rai, Budi Harjanto dan kemudian sambutan Kepala Kanwil DJBC BNN, Bapak R. Syarif Hidayat. Yang berikutnya dilanjutkan dengan acara pemusnahan BMN. Dalam kesempatan dilakukan pemusnahan secara simbolis oleh Direktur P2, Bapak Harry Mulya dengan melakukan pemotongan terhadap BMN yang berupa senapan airsoft gun.

Kegiatan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada pelaku pelanggaran Undang-undang Kepabeanan dan Cukai, serta meningkatkan sinergi antar instansi pemerintah dalam mengamankan hak-hak penerimaan Negara maupun dalam melindungi Negara dari masuknya barang berbahaya dari luar negeri yang dapat merugikan atau memberikan efek negatif di masyarakat.

---PLI Ngurah Rai

Pekanbaru, Kamis 09 April 2015. Pagi itu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Pekanbaru sudah disibukkan oleh para panitia acara Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan yang mengangkut barang-barang berupa, MMEA (Minuman Mengandung Etil Alkohol), Rokok,Handphone, Air Soft Gun yang rencananya mulai pukul 09.00 WIB akan dimusnahkan.
Pada Minggu, 31 Mei 2015 sekitar pukul 11.40 WIB, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung dengan menggunakan kapal Patroli BC 15031 bersama-sama dengan petugas dari Pangkalan Tentara Nasional Indonesia AngkatanLaut Asahan dan Satuan Polisi Air Tanjung Balai telah menindak kapalKM. LUTFI GT. 50 NO. 2887/PPb.

  

Kapal KM. LUTFI GT. 50 NO. 2887/PPb memuat barang berupa Bawang Merah diperkirakan sebanyak 14.180 (empat belas ribu seratus delapan puluh) karung (perkiraan 180 Ton) yang diduga tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan yang sah. Kemudian Kapal KM. LUTFI GT. 50 NO. 2887/PPb ditarik dari Perairan Sungai Asahan Tanjung Balai ke Dermaga Bea dan Cukai Belawan dengan bantuan pengawalan dari Petugas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Asahan dan Satuan Polisi Air Tanjung Balai.  

Kapal KM. LUTFI GT. 50 NO. 2887/PPb beserta muatan berupa Bawang Merah dan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) diamankan oleh Petugas Patroli BC 15031 Teluk Nibung dan Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Adapun Aturan yang dilanggar adalah Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 dengan sanksi pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10(sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluhjuta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Selain itu juga melanggar peraturan di Bidang Karantina yaitu : Undang-Undang nomor 16 tahun 1992 pasal 5 tentang persyaratan karantina, PP-14/2002 tentang persyaratan karantina tumbuhan, dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 tahun 2012 pasal 14 tentang Tempat Pemasukan Impor untuk Umbi Lapis.

Seksi KI & PLI KPPBC TMP C Teluk Nibung

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan kembali menggelar Siaran Pers pada Jum’at, 17 April 2015 atas keberhasilan menegah pemasukan barang yang terindikasi merupakan narkotika jenis Methamphetamine (shabu) yang dibawa oleh penumpang kapal MV. Mid East Express 1route Tawau – Nunukan yang tiba di Pelabuhan Tunontaka Nunukan sekitar pukul 17.30 WITA.